Header Ads

Image and video hosting by TinyPic

Pontianak Kota Wisata Paling Menarik Di Indonesia

Apa yang kalian pikirkan saat mendengar kata Pontianak ? Jika dinilai dari bahasa Pontianak berarti Puntianak atau hantu perempuan yang bisa terbang dan konon kisahnya hantu ini sering makan anak bayi tertama bayi laki-laki yang baru lahir.


Hal ini memang menjadi mitos tersendiri bagi penduduk kota Pontianak yang konon kisahnya dahulu sebelum berdiri sebuah kerajaan dan kota, daerah ini dahulunya memang merupakan hutan yang banyak dihuni oleh hantu wanita tersebut.
Sebenarnya dari asal muasal kota Pontianak ini sendiri, seharusnya kota ini sudah memiliki sejarah tersendiri yang memang menarik perhatian bagi para turis asing maupun turis lokal, namun pertanyaannya sudahkah kota ini menjadi tourist destination seperti Bali, Jogjakarta, Makassar, Bandung, Surabaya atau bahkan mungkin Lombok ?

Menurut Berita Terbaru, jumlah turis asing ke Pontianak akhir-akhir ini berkurang, hal ini bukan tanpa sebab, alasan yang pertama sudah tentu asap, yang hampir terjadi setiap tahun.
Tidak ada solusi yang tepat, mengapa hal ini terjadi secara berulang kali. Sehingga layakkah kota ini menjadi Kota Wisata Paling Menarik di Indonesia ?

Alasan yang lainnya adalah kurangnya minat terhadap bahasa Inggris di kota ini, aku selalu membayangkan jika aku berada di Malioboro hampir setiap pedagang disana mampu bercakap bahasa Inggris meski dengan logat Jawa yang medok dan Indlish “Indonesian English” yang kental. Bahkan, para penjaga toko serta Sales Promotion Girl, di kota ini malah bangga dengan bahasa Melayu Pontianak, mereka tidak bangga dan mungkin kasarnya malas menggunakan bahasa Indonesia.

Aku sering menemukan hal ini setiap kali aku mengunjungi suatu toko. Menjaga kebudayaan itu bagus, oke, aku suka dengan hal itu anggaplah hal itu sebagai kearifan lokal yang terjaga dengan baik di Pontianak. Namun hal yang harus kita ingat adalah kita berada di Indonesia. Hal ini tidak pernah kutemukan di Jogjakarta, maaf aku selalu membandingkan kota Pontianak dengan Jogjakarta, karena aku sudah empat tahun disana, aku ingin kota ini banyak pengunjungnya. Di Jogja setiap penjaga toko jika tidak bisa bahasa Inggris mereka menggunakan bahasa Indonesia. Dan melayani para pengunjung dengan baik. Cobalah hal ini di praktekan, malah aku sering menemukan para mahasiswa asal Pontianak yang dengan bangganya tetap berbahasa Pontianak walau mereka berada di kota lain. Ayolah, tidak semua orang mengerti dan faham akan bahasa daerah.

Informasi Terkini yang kudapat Pemerintah Kota Pontianak sudah berencana untuk menambah Bus dan armada angkutan umum lainnya atau yang lebih dikenal dengan nama Public Transport, memang kurangnya public transport atau transportasi publik di kota ini menjadi alasan selanjutnya yang dapat kusimpulkan dari kekurangan di kota Pontianak.

Namun, pertanyaannya adalah sudah layakkah jalan raya di Kota Pontianak untuk dijadikan public transport ? Kita juga tidak boleh egois, anggaplah kita punya private transport / kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil, Public transport, juga berguna untuk menunjang terwujudnya Kota Wisata. Beberapa kota di Eropa dan Jepang lebih memilih public transport daripada private transport, hasilnya jalanan lebih tertib dan tidak macet. Salah satu kota di Indonesia yaitu Bogor malah memiliki jumlah angkot yang lebih banyak daripada kendaraan pribadi.
Sungai kapuas


Sebuah pekerjaan rumah bagi pemkot adalah bagaimana jalan raya di kota Pontianak yang sudah sempit ini di sulap menjadi jalan yang besar dan memiliki jalur untuk publik transport. Seperti Bus Way, serta kesadaran masyarakat bahwa Bus Way atau Bus bukanlah jalur untuk kendaraan pribadi. Hal ini akan terwujud jika adanya ketegasan dari pemerintah kota itu sendiri.

Aku pernah membuat sebuah situs tentang pariwisata dalam bahasa Inggris namun alhasil pengunjung tidak banyak, mengapa, karena kurangnya perhatian dari Dinas Pariwisata untuk mempromosikan kota itu sendiri. Seperti contoh, banyakkah orang yang mengenal Randayan selain dari penduduk Pontianak itu sendiri ? berapa banyak orang yang berasal dari Provinsi lain mengenal Lemukutan, Temajo dan sebagainya, selain dari penduduk Pontianak itu sendiri ? Bisa dihitung dengan jari.

Aku pernah memiliki pengalaman yang unik saat chatting dengan temanku yang berasal dari Rumania, saat kuceritakan tentang Singkawang, dia malah bertanya Singkawang itu dimananya Bali ? What ? Jauh banget Bali dengan Singkawang, tapi itu memang kisah nyata, yang pernah kualami.

Memang ada beberapa event yang menarik pengunjung untuk berkunjung ke Pontianak, diantaranya adalah meriam karbit, titik kulminasi pertanyaannya adalah apakah cukup sampai disitu saja ? setelah event berakhir apa yang dapat kita lakukan selanjutnya untuk mendatangkan turis ke Pontianak ?

Untuk saat ini Tugu Khatulistiwa memiliki Event Organizer yang bernama Khatulistiwa Park dan mereka berasal dari Jakarta. Di kelola baik oleh mereka, mungkin jika para pembaca ingin berkunjung kesini, jangan lupa mampir ke Tugu Khatulistiwa.

Sebelum kuakhiri postingan ini, satu hal yang berkurang dari Pontianak adalah kurangnya hiburan di kota ini. Tidak adanya perhatian dari pemerintah tentang potensi kebudayaan dan hal lainnya menjadi momok tersendiri sehingga para turis malah memilih mencari hiburan ke Megamall dimana Mall ini sendiri sebenarnya sangat kecil dibandingkan Mall milik mereka.

Di Kuching Sarawak terdapat Indian Street. Mengapa kita tidak mencontoh seperti itu. Justru para Bule maupun para Nihonjin “Orang Jepang” sangat tertarik dengan konsep pasar seperti itu dan tentunya bebas dari gangguan kriminal.

Menurutku, jika hal-hal seperti ini sudah ditanggapi dengan baik, maka layaklah Pontianak menjadi kota wisata yang menarik dan indah di mata dunia.

Sumber link http://tokakireview.blogspot.co.id/2016/09/pontianak-kota-wisata-paling-menarik-di-Indonesia.html

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh fpm. Diberdayakan oleh Blogger.