Pacaran atau langsung nikah
Salah satu tema yang paling sering di bicarakan adalah jodoh. Mengapa ? Karena salah satu fitrah manusia adalah syahwat.
Berbicara tentang syahwat manusia sering terjebak dengan kalimat pacaran atau langsung nikah ? Kehidupan manusia yang sering terjadi adalah mereka memilih pacaran lalu melamar jika penghasilannya mencukupi.
Betul ? Pertanyaanya adalah seringkah kita menemukan seseorang yang berpacaran sekian tahun namun hasilnya sang wanita menikah dengan pria lain ? Dimana pria itu memiliki kepastian untuk meminangnya ? Mengapa demikian ? Jawabannya adalah seorang wanita ingin suatu kepastian.
Siapa yang cepat dan berani dia yang dapat. Kehidupan di negeri bule dan luar negeri sering terjadi kehidupan tanpa pernikahan, mereka melakukan seks bebas. Prilaku yang mungkin menjijikan karena lebih dari binatang.
Hal ini jarang di temui di negara Indonesia yang masih menganut budaya santun. Kembali ke pokok permasalahan, mana yang lebih baik, langsung menikah atau pacaran ? Aku tidak tahu namun aku akan memberikan sedikit kisah asmaraku yang mungkin tidak jelas.
Sebagai manusia yang normal aku memang pernah pacaran, meski aku tak pernah melakukan seks secara bebas, karena bagiku jika seorang wanita itu hamil maka aku harus mempertanggungjawabkannya.
Permasalahannya adalah setiap kali aku berpacaran, mantanku meninggalkanku dengan alasan yang aneh.
Bahkan hal ini berlaku juga saat aku berpacaran jarak jauh dengan seorang Bule dari Amerika dimana tanpa sebab apapun dia tak memberi kabar kepadaku lagi selama bertahun - tahun baik lewat Media sosial dan email, akhirnya kuputuskan untuk berpisah dengannya.
Terakhir kali dia membalas emailku di bulan April 2014, setelah itu dia menghilang, dan aku yakin bahwa dia tak pernah nyata.
Jujur, alhamdulillah sejak minggu ini aku berhasil melupakannya, sehingga aku tak tertarik lagi dengan bule ini bule itu.,
Aku juga pernah dekat dengan seorang wanita di daerahku dimana dia memutuskanku karena tak membelikannya pakaian, belum lagi permasalahan lainnya.
Oleh sebab itu aku memutuskan mencoba cara baru yaitu kedepannya aku akan mencoba pernikahan, salah satu cara yang dianjurkan agamaku.
Aku belum tahu siapa jodohku kelak, namun aku mencoba untuk memberikan penilaian apakah dia layak atau tidak untuk menjadi calonku nanti, Aku yakin rezeki ada yang mengatur, well itu kehidupanku. Banyak yang mengatakan bahwa jika kita menikah maka rezeki kita akan dicukupkan, Aku tidak tahu tentang itu karena aku belum mengalaminya.
Namun ada benarnya juga, sebab aku orangnya boros mungkin pendapatanku bisa di manage oleh calon istriku.
Yang jelas insya allah tahun ini aku akan mencoba menjadi penjual di bukalapak, atau online. Punya laptop baru untuk membuat games atau program di android,mencoba setiap opportunity, mencoba menggali apa yang kumiliki, serta tetap yakin akan rezeki yang telah diatur oleh Tuhan.
Hiduplah seperti Mark Zuckerberg yang kaya raya namun bersahaja, ia tidak terpaku dengan materi yang ia miliki. Atau hiduplah ala Rasulullah SAW idolaku.,
Tidak ada komentar