Kenapa aku berhenti berdebat tentang Agama ?
Bagi yang mengenalku terutama sejak aku menggunakan facebook, mungkin ada yang berbeda dariku mengapa saat ini aku berhenti mengikuti grup-grup tentang perdebatan Agama. Ada beberapa hal yang membuatku berhenti diantaranya adalah
Saat perdebatan berlangsung, didalam hatiku terdapat sifat Riya' atau tinggi hati, sifat ini sangat berbahaya dan merupakan salah satu sifat yang di benci oleh Islam, aku mengaku bahwa aku telah hafal ini dan itu, meski pada kenyataannya aku hanyalah orang bodoh yang tak tahu apa-apa.
Diantara kedua rekan baik dari Agama A dan B saling menyerang dan menggunakan kalimat-kalimat yang tidak pantas, bahkan terlalu SARA atau Rasis. Aku sadar bahwa Rasis tak ada fungsinya didalam kehidupanku. Ilmuku tak seperti Zakir Naik atau apalah namanya. Aku sangat membenci Rasisme, tapi jika aku tetap mengikuti perdebatan antar agama, bukankah aku melanggar kesetiaanku sendiri ?
Jujur, di awal tahun 2016 aku mencoba belajar untuk menjadi pribadi yang biasa saja, meski terkadang sifat kekanak-kanakanku tak pernah hilang. Karena bagiku dengan sifat inilah aku mampu beradaptasi dengan cepat. Aku sadar bahwa aku banyak kekurangan dan takkan pernah sempurna. Karena aku hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.
Sejak awal aku bermain facebook yaitu sekitar tahun 2009, ada sebuah grup debat Agama yang kuikuti. Fungsinya apa ? entahlah, tapi setidaknya aku pun sudha seharusnya keluar dari grup tersebut. Aku sangat mencintai persamaan dan Equality, Persamaan derajat, siapapun dia, apapun warna kulitnya.
Saat perdebatan berlangsung, didalam hatiku terdapat sifat Riya' atau tinggi hati, sifat ini sangat berbahaya dan merupakan salah satu sifat yang di benci oleh Islam, aku mengaku bahwa aku telah hafal ini dan itu, meski pada kenyataannya aku hanyalah orang bodoh yang tak tahu apa-apa.
Diantara kedua rekan baik dari Agama A dan B saling menyerang dan menggunakan kalimat-kalimat yang tidak pantas, bahkan terlalu SARA atau Rasis. Aku sadar bahwa Rasis tak ada fungsinya didalam kehidupanku. Ilmuku tak seperti Zakir Naik atau apalah namanya. Aku sangat membenci Rasisme, tapi jika aku tetap mengikuti perdebatan antar agama, bukankah aku melanggar kesetiaanku sendiri ?
Jujur, di awal tahun 2016 aku mencoba belajar untuk menjadi pribadi yang biasa saja, meski terkadang sifat kekanak-kanakanku tak pernah hilang. Karena bagiku dengan sifat inilah aku mampu beradaptasi dengan cepat. Aku sadar bahwa aku banyak kekurangan dan takkan pernah sempurna. Karena aku hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.
Sejak awal aku bermain facebook yaitu sekitar tahun 2009, ada sebuah grup debat Agama yang kuikuti. Fungsinya apa ? entahlah, tapi setidaknya aku pun sudha seharusnya keluar dari grup tersebut. Aku sangat mencintai persamaan dan Equality, Persamaan derajat, siapapun dia, apapun warna kulitnya.
Tidak ada komentar