My Number
"Hai, apa kabar rekan, gak terasa sudah masuk di hari Selasa, dan seperti biasa kali Ini kita bakal nemani kamu di My Number. So, buat kamu yang pengen cari pacar, cari gebetan, temen, TTM buruan ikutan deh, kamu bisa promosikan nomor handphone kamu disini" Suara penyiar itu memberikanku semangat baru untuk mempromosikan nomor handphoneku.
Ya, aku paling suka mempromosikan nomor handphoneku lewat radio, apalagi jika hasilnya yang kudapat tak lain dan tak bukan banyak nomor handphone asing yang mampir di handphoneku, dan aku akan merasa amat senang jika yang menghubungiku adalah Cewek.
Hingga saat ini aku tidak tahu tentang penyakit apa yang kualami, apakah aku mengalami kelainan Jiwa atau bukan Entahlah, yang jelas sebenarnya aku termasuk tipe cowok pemalu, yang selalu gugup jika berhubungan dengan cewek cantik. Dan penyakit ini bukan tipe penyakit baru, sejak aku duduk di bangku SMU aku sudah mengalaminya.
oooOOOooo
Masih terngiang dalam kenanganku ketika aku berdiri di depan kelas cewek yang aku sukai, dan dia adalah adik kelasku di waktu SMU, kutunggu hingga dia keluar dari kelasnya, lalu aku akan mengajaknya untuk mengobrol.
"Jimmy, ungkapin dong rasa sukamu kepadanya" begitulah teman-temanku menyorakiku dari belakang ketika aku berhadapan dengan cewek itu.
"Cemen loe jim" ujar teman yang lain
Meskipun demikian hingga sekarang kesempatan itu gagal kudapatkan, malah dia sekarang menikah dengan temanku waktu SD.
oooOOOooo
Ah Sudahlah, kejadian itu sudah sepuluh tahun berlalu, tepatnya di tahun 2001, buat apa aku mengenang akan kejadian yang sudah lama lewat itu.
Oh ya, aku belum memperkenalkan diriku, Namaku Jimmy dan aku bekerja di bagian editor sebuah harian lokal di Pontianak (ibukota Kalimantan Barat), sebelumnya aku sudah bercerita kepada kalian bahwa aku memiliki penyakit aneh yang suka mempromosikan nomor handphoneku sendiri.
Apa akibat, dari perbuatan yang sering kulakukan ini ? Jawabannya ada yang berbuah manis dan ada pula yang berbuah pahit.
Berbuah manis jika cewek itu akhirnya berhasil kutemui namun lidahku selalu kelu jika bertemu dengan setiap cewek, padahal sebelumnya aku selalu berkhayal, suatu saat jika cewek itu cantik maka dia akan ku gaet.
Berbuah pahit jika cewek itu ternyata sudah ada yang memiliki, dan pacar cewek itu mengirimiku sms yang berisi ancaman, berbuah pahit pula jika aku tak berhasil berjumpa dengan cewek itu.
oooOOOooo
Pernah suatu ketika aku berhadapan dengan Seorang pejabat lewat telepon tapi aku berhasil di maafkan, permasalahannya sepele, hal itu dikarenakan aku sering sms pacar seorang pejabat di kota ini.
"Saudara Jimmy, apa maksud anda mengirimi sms berisikan kata-kata sayang kepada tunangan saya ini" kata Pejabat itu
Aduh, apa yang bisa kukatakan, jujur aku tidak tahu bahwa Maya (nama pacar pejabat itu) sudah memiliki kekasih, dan akan segera bertunangan, lalu kenapa dia mengajakku pacaran, dan betapa bodohnya aku menerima cinta Maya.
"A...A...Anu mas, saya tidak tahu kalau Maya sudah jadi tunangan mas" kataku
"Anda dapat nomor handphone Maya dari mana" tanyanya
"Saya daa..ppaaat nomor handphone Maya dari acara Radio mas, waktu itu saya promosikan nomor handphone saya, lalu Maya menghubungi saya, dan mengajak saya pacaran dan saya mau saja" jawabku
"Ya sudah lain kali kalau mau cari pacar yang benar, jangan lewat promosi nomor di radio" sarannya
oooOOOooo
Tapi kejadian itu tidak membuatku kapok, malah aku tetap saja mempromosikan nomor handphoneku di Radio. Karena aku tidak memiliki Blackberry seperti temanku yang lain.
Aku hanya meminta alamat facebook dan twitter untuk setiap cewek yang berkenalan denganku lewat handphone.
Di Facebook aku selalu memasang picture profile yang bergambar artis seperti Ariel Peterpan, Afghan. Hal ini dikarenakan aku tidak ingin foto asliku di ketahui khalayak ramai.
oooOOOooo
Hari ini, Selasa 01 Februari 2011 seperti biasa aku mendengarkan siaran Radio dengan handphone lokal yang bisa radio, di kantorku sembari melakukan pekerjaan rutinku,
Aku terbiasa mengerjakan pekerjaan sambil mendengarkan radio. Dan otakku berusaha untuk menyeimbangkan keduanya, dan seperti biasa aku mempromosikan nomor handphoneku di radio tersebut.
"Hallo Dj, nama gue Jimmy di Gajahmada, gue mau promosikan nomor handphone gue. Gue udah lama ngejomblo nih buat yang mau kenalan buruan ya, 081xxxxxx"
Hasilnya seperti biasa, banyak nomor asing menghubungiku suasana kantor di ruanganku mendadak ramai, akibat ringtoneku. Salah satu cewek yang menarik perhatianku adalah Liza, seorang cewek yang mengaku baru tamat SMU. Picture Profilnya di Twitter dan facebook amat cantik sepertinya dia keturunan Tionghoa,
Dia mengajakku bertemu di Mall pada malam ini. Dan ya aku menyetujuinya setelah pulang kerja aku akan bertemu dengannya di Mall.
oooOOOooo
Malam harinya sesuai dengan Janjiku, dengan motorku aku pergi ke Mall, untuk memenuhi permintaan Liza, seperti janjiku tadi sore kepadanya, dia mengajakku untuk bertemu di depan toko buku Gramedia lantai 1.
Hatiku bergetar-getar karena sudah lama tidak bertemu dengan wanita secantik ini, aku juga bingung mau berbicara apa jika sudah berjumpa dengannya.
Tak lama kemudian handphoneku berbunyi, lalu kuangkat handphoneku
"Hallo, ini Jimmy, Jimmy lagi dimana" kata wanita yang meneleponku
"Ini Lisa ya, Jimmy lagi di depan Gramedia nih, Jimmy make jaket warna biru yang ada logo Intermilan di belakangnya" Jawabku
"Oh ya, Lisa sudah nyampe kok, ntar Lisa ke atas ya" Jawab Lisa singkat
"Iya" kataku sembari mengakhiri pembicaraan
oooOOOooo
Tak lama berselang kemudian, Handphoneku kembali berbunyi dan segera kuangkat handphoneku
"Jimmy, yang make celana jeans dan jacket intermilan ya, yang rambutnya cepak" Tanya Lisa lagi
"Iya" Jawabku
"Oh, Lisa udah melihat Jimmy kok, Coba Jimmy balik belakang" pintanya
"Oke" Jawabku singkat
Dan ternyata Lisa sudah berdiri tepat di belakangku. Sial mengapa dia malah berbicara denganku lewat telepon.
oooOOOooo
Aku dan Liza lalu bersalaman, dan kami pun mengobrol, dari pembicaraan baru ku ketahui ternyata Lisa memiliki penyakit yang sama denganku yaitu sama-sama gugup jika bertemu dengan lawan jenis,
Ah padahal wajah Liza tidak jelek, mirip Sandra Dewi kalau kuperhatikan, apanya yang jelek. Lalu mengapa dia pemalu sama sepertiku. Dari sini aku baru sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna
Setelah pertemuan itu aku dan Liza mencoba untuk saling bertemu dan tak lama kemudian kami pun berpacaran.

Tidak ada komentar